Sabtu, 16 November 2013

BENIH UDANG UNGGUL INDONESIA MAMPU HASILKAN 20 TON PER HEKTAR

jakarta, 29/9/2013 (Kominfonewscenter) – Melalui uji coba budidaya skala intensif, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah berhasil mengembangkan benih udang unggul dengan nama Udang Vaname Nusantara –1 atau Udang VN-1 yang mampu menghasilkan produksi sangat tinggi dengan tingkat kematian cukup rendah.
Demikian dikemukakan Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto pada kunjungan kerja di Kabupaten Situbondo Jawa Timur, seperti diberitakan Pusdatin KKP baru-baru ini.
Menurut Slamet, Udang VN-1 dengan padat tebar 100 ekor/m2, survival rate (SR) 85% dan dibudidayakan selama 100 hari, mampu menghasilkan 20 ton/ha udang dengan ukuran panen 48 ekor/kg.
Slamet menjelaskan, Udang VN-1 akan menjadikan Indonesia tidak tergantung lagi  benih atau induk udang impor, bahkan dengan pengembangan intensif, Indonesia harus mampu mengekspor udang VN-1 ke negara ASEAN lainnya.
Apalagi, sebagai negara produsen udang yang bebas dari Early Mortality Syndrome (EMS) dan bebas residu, Indonesia memiliki peluang meningkatkan produksi  dalam negeri, dan tidak tergantung produk luar negeri.
“Ini membuktikan bahwa udang VN-1 yang sebelumnya hanya dibudidayakan secara tradisional atau semi intensif, mampu dibudidayakan secara intensif dengan tingkat keberhasilan yang cukup tinggi. Apalagi udang VN-1 lebih sehat dan lebih aman dibandingkan udang dari negara lain,” jelas Slamet.
Untuk memenuhi target produksi udang tahun 2014 sebanyak 699 ribu ton, perlu didukung ketersediaan benih bermutu dan induk udang unggul.
Guna menjamin keberhasilan target budidaya udang tersebut, Udang VN-1 merupakan salah satu solusi.
Pada era perdagangan bebas ASEAN 2015, persaingan perdagangan udang akan semakin ketat, dengan pengembangan udang VN-1 bisa menjadi penopang produk perikanan nasional sekaligus mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. “Udang VN-1 ini merupakan produk asli dalam negeri yang siap menjadi tuan rumah di negeri sendiri karena mampu bersaing dengan produk impor,” ujarnya.
Slamet menambahkan, KKP terus mendorong tumbuhnya wirausaha muda salah satunya melalui program bantuan model masyarakat berbasis kelompok masyarakat.
Menjadi wirausaha di bidang perikanan budidaya merupakan peluang bagi para pencari kerja, dan dukungan permodalan bagi para wirausaha muda dari perbankan juga sudah mulai digalakkan.
Profesi wirausaha muda merupakan profesi yang mulia, mampu memberikan lapangan kerja bagi orang lain, mandiri dan selalu selangkah lebih maju “Tapi belum banyak yang berminat, terutama oleh kaum muda,” katanya.  (moh)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar